Senin, 19 Maret 2018
SUSAH BERGAUL
BAGIAN 1
Entah siapa yang memulai, tapi kini semuanya tak terkendali. Perasaan itu semakin jauh dan seakan tidak bisa dihentikan lagi. Entah dimana ujung nya dan sampai kapan seperti ini , tidak ada yang bisa menjelaskannya. Keisya Nabila baru saja mengurus kepindahannya meninggalkan kota makasar. Tidak ada yang bisa menghentikan kepindahannya kali ini, karena tuntutan pekerjaan orang tuanya, ia harus ikut serta hidup berpindah-pindah kota. Dan kali ini tujuan kepindahannya adalah Kota Bandung. Belum lama ia dan orang tuanya tinggal dimakasar, dan Keisya juga belum sempat beradaptasi dengan lingkungan dimakasar. Namun ia kembali pindah kekota lain.
Pagi ini keisya membuka matanya, “selamat pagi Bandung, aku berharap kau menjadi kota terakhir yang kusinggahi”. Ketusnya bosan.
“Keisya sudah bangun belum, ayo sarapan kamu harus mengurus pendaftaran mu dikampus kan, ayoo cepat bangun” suara ibu membuyarkan lamunannya. “ya bu” jawabnya singkat dan bergerak malas menuruni anak tangga dan sampai dimeja makan.
“kamu gak mandi dulu?”tanya ibu seraya mempersiapkan piring makan untuknya.
“nanti aja, selesai makan” jawab keisya serasa merapikan duduknya. “kamu mau mendaftar dikampus mana, mau ayah antar atau mau pergi sendiri” tanya ayah.
“keisya pergi sendiri aja yah, keisya mau coba daftar di Kampus Trisakti saja, ini kota terakhir yang kan yah, keisya bosan kalau harus terus beradaptasi dengan tempat baru” jawab Keisya sedikit kesal.
“berdoa saja, supaya kita menetap di Bandung ini, ayah juga sudah bosan” jawab ayah tersenyum.
Hari ini keisya mengemudikan mobilnya menuju kampus trisakti untuk melanjutkna studi nya, cukup melelahkan untuk hari ini dan ia berjalan” sebentar dilingkungan kampus tersebut, ia memperhatikan 2 orang laki-laki dan perempuan, baru saja turun dari mobilnya, “hmmm sepasang kekasih yang sama-sama mendaftar dikampus yang sama, aku.... jangan kan kekasih seorang teman pun belum ada, hhhh sudahlah” ketus keisya yang merasa sendirian. Ia masi saja memperhatikan dua orang tadi, dan tak sengaja mendengarkan percakapan mereka dengan temannya, laki-laki tersebut menjelaskan kalau perempuan yang bersamanya adalah sepupu nya. Keisya tersenyum”pantas saja kelihatan tidak cocok, hanya sepupu rupanya” keisya tersenyum. Kemudian keisya berlalu pergi dan kembali kerumah, ia melihat jam tangan nya, jam menunjukan pukul 13;09 . ia pun masuk kerumah dan langsung menuju kamar nya, ia membuka lebar pintu kamarnya yg menuju balkon rumah ia berdiri dan berfikir sejenak. “jika aku nyaman dengan tempat ini nanti, tolong jangan biarkan aku pergi dari sini, tolong hentikan perjalananku.”
“keisya, kamu sudah pulang” lagi-lagi ibu membuyarkan lamunannya, keisya berbalik “sudah bu, “
“kok cepat sekali, bagaimana tadi dikampus” mendekati keisya dengan mimik penasaran. “ahhh gak ada yang luar biasa, semuanya seperti kampus pada umumnya, dannn keisya masi sendiri, kembali lagi beradaptasi dengan tempat ini”,berlalu dan menjatuhkan tubuhnya ketempat tidur.
“sabar nak, dengan sering berpindah-pindah seperti ini kan kamu bisa memiliki bbanyak teman dan kenalan.” Jawab ibu.
“ya bu, keisya mw tidur dulu, keisya ngantuk ibu kalau mau keluar pintunya ditutup ya.” Jawab keisya menutup wajahnya dengan bantal.
Semangat untuk keisya karena ini merupakan hari pertamanya belajar dikampus. Ia mengemudi mobilnya menuju kampus, ia berjalan mencari kelasnya. T6a, yup,, ini dia kelas yang ia cari sedari tadi, tepatnya dilantai 3 kampus, saat ia hendak masuk ia dihalangi oleh seorang lelaki, mungkin mahasiswa kelas ini juga dan akan jadi teman sekelasnya juga.
“woop.. mbak anda salah ruangan, kamu bukan mahasiswi kelas ini” menghalangi jalan keisya.
Keisya memperhatikan orang tersebut dengan seksama, ya.. benar dia adalah laki-laki yang ia temui pada saat ia mendaftar dikampus ini, laki-laki yang ia fikir datang kekampus dengan kekasihnya, padahal itu sepupunya, keisya tersenyum. Keisya menunjukan kertas yang ia pegang kepada mahasiswa tersebut, “ saya tidak salah kan, ini benar ruangan yang saya cari, jadi tolong jangan menghalangi jalan saya.” Keisya memaksa masuk dan langsung duduk di salah satu bangku dikelas itu. “ wahh resek....” jawab mahasiswa laki-laki tersebut kesal. Saat hendak mendekati keisya , dosen kelas masuk sehingga membatalkan niat mahasiswa tersebut. “selamat Pag” dosen,
“selamat pagi pak,,” mahasiswa menjawab serentak.
Dosen memanggil nama keisya untuk meperkenalkan dirinya terlebih dahulu sebelum perkuliahan dimulai. Hari ini berjalan sesuai semestinya yang dinginkan keisya, seorang mahasiswi mendekati keisya yang sedari tadi duduk menyediri di kantin. “hai kenalin aku tania, kita temen sekelas” tersenyum. “oh hai, duduk” keisya tersenyum dan mempersilahkan tania duduk.
“ kamu kenapa menyendiri, gabung sama temen yang lain aja.” Tania bertanya seraya memesan sebuah minuman. “ oh iya gak papa kok, aku masi belum terbiasa aja, ini hari pertama aku kuliah disini, jadi masi agak canggung.” Jawab keisya malu-malu. “ ah,, kamu ni, ngapain pake canggung segala, kita kan temen sekelas, rileks aja kali,, semuanya baik kok, dan bakalan mau jadi temen kamu” tania meyakinkan keisya. Keisya tersenyum. Mereka pun banyak berbincang” hari ini. Perkuliahan kembali dimulai dan kali inni keisya duduk bersebelahan dengan tania. Ada sedikit kesenangan untuk hari ini, keisya kembali memiliki seorang teman. “oia sya, jangan deket-deket sama dia ya,” menunjuk kearah mahasiswa yang mengganggu keisya pada saat keisya hendak masuk kelas. “kenapa memang nya” jawab keisya penasaran. “ dia orangnya terlalu jahil, ntar kamu dijahili, namanya Hafiz Adzura “ jawab tania berbisik. “oh gitu, ya gak papa lah, jahil doang. Gak sampai ngekacau kan?” “ehhh, ya namanya jahil ya buat kacau lah sya, gimana si kamu” sahut tania. Keisya hanya tersenyum” kamu tenang aja.”
Hari berlalu keisya sudah bisa beradaptasi dengan kampus barunya, ia sudah memiliki banyak teman disini. Namun ada satu orang yang sama sekali belum berbicara dengannya, sejak kejadian dihari pertama ia masuk kelas, ya,, dia Hafiz, hafiz sama sekali belum berbicara kepada keisya bahkan pada saat mereka satu kelompok belajar pun hafiz tak pernah menegur keisya, keisya mulai penasaran dengan hafiz. “ nia, hafiz sama aku pendiem banget, gak pernah ngomong gitu sama aku” tanya keisya penasaran. “ iya ya sya,, aku juga bingung, soalnya dia bukan tipe orang seperti itu” jawab tania. “aku jadi penasaran sama dia” “ ehh,, kamu naksir sama dia?” goda tania. “ahh,, kamu, jangan sok tau gitu ah” jawab keisya ketus. Tania tertawa. “ hati-hati lo, siapa tau dia uda puny pacar” sindir tania,. “hisss bodo amat, kamu kok jadi mikir aku naksir sama dia si “ jawab keisya kesal. “hehehe, ya gak papa lagi sya, kita kan temen. Aku bakalan bantu deh,,, “ tania kembali merayu. “ahh stress kamu, udah ah, aku mau pulang.” Keisya meninggalkan tania. “ eh... ngambek ya” tania hanya tersenyum.
Lanjut Bagian II ya guys...!!!
tunggu kelanjutan ceritanya ya. :>
By : Siska Putri Utami
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BAGIAN II (SUSAH BERGAUL)
BAGIAN II SUSAH BERGAUL Keesokan harinya keisya tidak datang kekampus mengikuti kegiatan belajar seperti biasanya, Tok..tok...tok..tok... ...
-
RAHASIA BASMALAH Ketahuilah bahwa “Basmalah” itu sangat mulia sekali dan banyak rahasia-rahasia yang terkandung didalamnya. Betapa tidak, ...
-
BAGIAN II SUSAH BERGAUL Keesokan harinya keisya tidak datang kekampus mengikuti kegiatan belajar seperti biasanya, Tok..tok...tok..tok... ...
-
BAGIAN 1 Entah siapa yang memulai, tapi kini semuanya tak terkendali. Perasaan itu semakin jauh dan seakan tidak bisa dihentikan lagi. En...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar